ALT/TEXT GAMBAR
ALT/TEXT GAMBAR ALT/TEXT GAMBAR

Nikmatnya Kopi Hindarkan Anda dari Kanker Melanoma

detail berita
Minum kopi (Foto: Google)
KOPI tidak hanya nikmat diminum dikala santai, namun orang yang secara teratur minum kopi dapat merasakan manfaat kesehatan. Sebuah penelitian baru menunjukkan, minum kopi dapat menurunkan risiko kanker kulit melanoma.

Hal tersebut dikatakan oleh para ilmuwan di Italia, Prancis dan AS yang membandingkan 304 pasien dengan melanoma dan relawan yang bebas kanker tersebut.

Para ilmuwan menemukan, orang yang minum kopi lebih dari sekali dalam sehari, lebih kecil kemungkinannya untuk didiagnosis kanker melanoma daripada mereka yang hanya minum sebanyak tujuh kali atau kurang dalam seminggu.

Hal tersebut cenderung tetap setelah faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, warna rambut, tahi lalat, jenis kulit, dan sejarah kulit terbakar sinar matahari telah diperhitungkan.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa efek perlindungan kopi tampaknya sangat kuat pada pasien dengan gen khusus yang disebut GSTM1 dan GSTT1 yang dianggap berhubungan dengan peningkatan risiko melanoma.

“Hasil penelitian kami menunjukkan efek perlindungan dari meminum kopi terhadap kanker kulit melanoma, khususnya bagi mereka yang mengalami penghilangan homozigot untuk GSTM1 dan GSTT1,” ujar Executive Director of the British Coffee Association, Dr Euan Paul, dikutip Netdoctor.

Ia juga menambahkan, temuan terbaru mereka memberikan bukti lebih lanjut bahwa meminum kopi 4 sampai 5 cangkir per hari itu aman dan dapat memberikan manfaat kesehatan. (ind)

Bisakah Penyebaran Kanker Usus Diprediksi?


detail berita
Lakukan penelitian (Foto: Google)


SEBUAH penelitian baru telah menemukan bahwa protein dapat membantu dokter untuk memprediksi kemungkinan apakah kanker usus pada pasien akan menyebar.

Para ilmuwan di University of Southampton menemukan, orang dengan tingkat protein yang rendah atau disebut FOXO3 (protein pada manusia), mengalami peningkatan risiko kanker mereka menyebar ke bagian lain dari tubuh dan lebih agresif.

Lebih lanjut, penulis dari penelitian ini, Marc Bullock mengatakan, temuan dari penelitian mereka menunjukkan, dengan melihat tingkatan FOXO3 bisa membantu pasien yang membutuhkan perawatan ekstra.

“Selain itu, juga dapat membantu menghentikan kanker dari pasien datang kembali, serta menjadi potensi yang baik dalam target pengembangan obat,” ujar Marc Bullock yang juga seorang ahli bedah kanker usus di Southampton Hospital, dikutip Netdoctor.

Kemudian, menanggapi penelitian yang juga dipublikasikan dalam The British Journal of Cancer tersebut, Dr. Julie Sharp, Senior Science Communications Manager dari Cancer Research UK mengatakan, temuan tersebut dapat membantu dokter untuk mengatasi masalah penyebaran kanker usus.

“Meskipun tingkat FOXO3 saja tidak cukup untuk secara akurat memprediksi apakah kanker pasien akan kembali, penulis penelitian menyoroti beberapa biomarker potensial lain. Hal tersebut bersama FOXO3 bisa menawarkan alat baru yang kuat untuk membantu dokter memutuskan cara terbaik untuk mengobati pasien,” jelasnya. (ind)

Minum Teh Jauhkan Risiko Penyakit Jantung


detail berita
BANYAK cara yang bisa dilakukan untuk membuat tubuh tetap sehat, salah satunya hanya dengan cara sederhana, minum teh.

Menurut sebuah penelitian, minum teh dapat membantu seseorang dalam menstabilkan tekanan darah. Para ahli mengatakan manfaat teh sebagian besar disebabkan oleh kandungan flavonoid, yaitu bahan antioksidan yang melawan penyakit kardiovaskular.

Menanggapi penelitian ini, Dr. Tim Bond dari Tea Advisory Panel (TAP) mencatat, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko untuk jumlah dan mortalitas kardiovaskular. Biasanya, kadar tekanan darah disetarakan dengan risiko, tetapi kini variabilitas tekanan darah kini juga diduga turut berkontribusi terhadap risiko.

“Teh hitam dan unsur flavonoidnya semakin dihubungkan kemampuan dalam menurunkan tekanan darah dan kesehatan jantung,” ujar Dr Tim Bond, seperti dilansir Femalefirst.

Ia menambahkan, penelitian terbaru ini berbeda, karena menilai pengaruh teh hitam pada variabilitas tekanan darah dibandingkan dengan tingkat tekanan darah. Penelitian ini merupakan percobaan selama 6 bulan, dimana 111 laki-laki dan perempuan mengonsumsi tiga cangkir teh hitam dan minum minuman mengandung kafein sebagai pembanding.

“Tingkat variasi tekanan darah dinilai pada 3 titik waktu, yaitu pada hari 1 dan 3, serta saat 6 bulan. Pada saat ini, konsumsi teh hitam menghasilkan tingkat yang lebih rendah variabilitas tekanan darah di malam hari. Efek tersebut terlihat pada hari ke-1, dan berkelanjutan selama 6 bulan,”jelas Dr. Tim Blond

Ia menambahkan, mengingat bahwa kandungan kafein dari dua minuman adalah sama, peningkatan dalam variabilitas tekanan darah akan muncul sebagai hasil dari komponen teh hitam, selain dari kandungan yang sama dari kafein. Hal ini kemungkinan adalah kandungan flavonoid yang telah dihubungkan dengan kesehatan jantung pada penelitian sebelumnya.

“Penelitian terbaru ini menunjukkan flavonoid yang merupakan kandungan di dalam teh hitam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama kesehatan jantung. Cukup dengan meminum teh empat cangkir atau lebih dalam sehari, Anda bisa memperoleh manfaat darinya,” tutupnya. (ind)

Dampak Buruk jika Anda Dehidrasi

detail berita
Waspada dehidrasi (Foto: Google)

HUJAN mungkin sudah mulai sering turun, namun suhu yang panas terkadang masih suka tetap kita rasakan. Hal ini tersebut membuat Anda masih perlu memastikan bahwa tubuh tetap terhidrasi.

Seorang Independent consultant to the Natural Hydration Council, Dr Emma Derbyshire PhD mengatakan, kebanyakan orang rata-rata kehilangan lebih dari setengah liter keringat dalam sehari dan hal tersebut akan meningkat saat cuaca panas atau saat berolahraga.

“Jadi, penting untuk minum air yang cukup untuk menutupi kekurangan cairan Anda tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, sesuai dengan panduan Food Standards Agency adalah 6 hingga 8 gelas cairan dalam sehari,”kata Dr. Emma, dikutip Femalefirst.

Lebih lanjut ia menjelaskan, banyaknya keringat yang menguap dari kulit dapat menentukan bagaimana kita menjadi dehidrasi. Minimnya kelembapan menyebabkan kelembaban tubuh kita menguap pada tingkat yang lebih cepat dari biasanya.

Perlu diketahui, air membentuk 60 % dari berat tubuh kita dan bahkan dehidrasi ringan (sekira 2 % hilang dari tubuh) dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan mengurangi kinerja fisik, serta mental.

Selain itu, tubuh yang lebih dari 40 derajat celcius (suhu tubuh normal adalah 37 derajat celcius) bisa menyebabkan serangan penyakit stroke. Meskipun ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap serangan stroke, termasuk penyakit yang sudah ada sebelumnya, usia yang lebih tua dan kurangnya aklimatisasi (penyesuaian diri) tubuh terhadap panas, dehidrasi mungkin juga merupakan salah satu faktor penyebabnya.

Untuk itu, air harus dikonsumsi secara teratur sepanjang hari, begitu juga ketika malam hari saat musim panas. Selain itu, sebaiknya juga membatasi diri terkena paparan panas sinar matahari, terutama di siang hari. (ind)